logo

Usai Diresmikan, Wali Kota Madiun Gelar WBR di Pondok Lansia

Sabtu, 16 Desember 2023

MADIUN – Giat Wali Kota Bersama Rakyat (WBR) bergulir lagi. Kali ini, giat silaturahmi Wali Kota Madiun, Dr. Maidi dengan masyarakat tersebut berlangsung di Pondok Lansia kawasan Bumi Semendung, Kelurahan Klegen, Jumat (15/12) malam.

Kegiatan yang diikuti sekitar 600 masyarakat tersebut sengaja bertempat di kawasan pondok lansia untuk sekalgus mencoba kawasan pondok yang baru saja diresmikan Wali Kota Dr. Maidi tersebut.

‘’Pagi tadi pondok lansia sudah saya resmikan dan sudah ada penghuninya. Masjidnya juga. Tadi Jumatan di sini juga,’’ kata wali kota.

Pembangunan dua asrama dan masjid di Pondok Lansia itu masih akan berlanjut. Wali kota menyebut pembangunan akan dilanjutkan 2024 mendatang. Khususnya pembangunan dua asrama lagi di sebelah utara masjid.

Selain itu, juga penambahan pohon buah. Kawasan itu memang akan diperbanyak pohon buah untuk para lansia penghuni pondok. ‘’Tahun depan kita lanjutkan. Anggarannya sudah masuk APDB. Kita tambah dua asrama lagi,’’ jelasnya.

Seperti kegiatan sebelumnya, wali kota juga menyampaikan sejumlah program kerja ke depan. Di antaranya, pembangunan PeceLand, Busbow, Tahanan Militer, Patung Pendekar 14 perguruan di Sleko, pembangunan kawasan alun-alun, dan lain sebagainya.

Pembangunan di Kota Madiun, kata wali kota, memang baru 60 persen dari ide dan rencana wali kota. Artinya, masih banyak tempat-tempat menarik ke depan di Kota Madiun. ‘’Kota ini sudah bagus, tetapi masih kurang. Masih ada beberapa pembangunan lagi. Kota ini ke depan akan kita buat lebih bagus lagi,’’ ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut wali kota juga sempat bercengkerama dengan masyarakat. Khususnya, warga yang sudah lanjut usia. Wali kota memang kerap meminta warga yang paling sepuh di kelurahan tersebut untuk dijadikan narasumber.

Mereka diminta menceritakan pengalaman hidup dan rahasianya agar panjang umur. Seperti yang terlihat dalam gelaran WBR kali terakhir kemarin. Wali kota mengundang Panikem (85) dan Katinah (91). Keduanya diminta bercerita tentang pengalaman hidup masing-masing.*(data/photo:diskominfo)

error: