logo

Meningkatkan Kualitas & Aksesibilitas Pelayanan RSUD Caruban

Kamis, 16 Maret 2023

MADIUN – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban’ drg. Farid Amirudin juga berkenan untuk mengungkapkan di hadapan anggota DPRD Kab. Madiun khususnya Komisi C yakni terkait kinerja tahun 2022 di RS (rumah sakit) yang di nahkodainya.

Indikator kinerja utama di tahun 2022 lalu, sasarannya adalah meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pelayanan. Kedua sasarannya meningkatkan tata kelola dan pelayanan RS yang berkualitas.

Untuk indikator kinerjanya, telah diukur dari indeks kesehatan atau IK. Tapi kalau sasaran meningkatnya tata kelola dan pelayanan RS berkualitas yaitu dari SPM (standar pelayanan minimal). Karena SPM tersebut, sebagai dokumen yang wajib dimiliki oleh RS termasuk RSUD Caruban, Kab. Madiun.

Terkait dengan peningkatan kinerja, maka disampaikan syukur alhamdulillah adanya peningkatan. Tentunya semua itu, juga berkat dukungan dari seluruh teman-teman di RSUD Caruban.

“Jadi realisasi-nya di IK di tahun 2020, kita 0,78. Kemudian di tahun 2021 meningkat menjadi 0,792. Di tahun 2022 sebetulnya target kita, adalah naikan 0,8. Tapi, tercapai di 0,798. Jadi 99,8% sudah tercapai realisasi untuk kualitas dan aksesibilitas pelayanan,” katanya disela-sela kegiatan monitoring dan evaluasi kinerja tahun 2022 yang dilaksanakan oleh Komisi C DPRD Kab. Madiun bertempat di ruang rapat lantai 2 Gedung Pertemuan RSUD Caruban, Kamis 16 Maret 2023.

Menurutnya terkait capaian standar SPM-nya. Karena standar pelayanan, minimal RS dari target 89 di tahun 2022? Maka terus kita tingkatkan mulai tahun 2020 sampai 2022 yakni dari target 89, alhamdulillah terealisasi sudah mencapai 89,57. Kemudian di tahun 2023 kita naikkan lagi targetnya menjadi 90 untuk SPM, sedangkan untuk IKnya 0,8.

Kemudian mengenai pelayanan-pelayanan di RSUD Caruban, kita juga semakin dipercaya oleh masyarakat baik dari Madiun maupun luar daerah. Dilihat berdasarkan dari kunjungan pasien yang datang ke RSUD Caruban. Misalkan di UGD tahun 2020, kita melihat dari kunjungan yaitu terdapat 18.023 pasien.

Di tahun 2021 karena ada Covid-19, ini banyak masyarakat yang khawatir untuk datang ke RS mana pun termasuk dialami RSUD Caruban. Pada akhirnya, kita turun ke 16.051 pasien. Namun di tahun 2022, alhamdulillah kepercayaan masyarakat sudah kembali lagi ke RSUD Caruban. Sehingga masyarakat yang berkunjung ke UGD RSUD Caruban, kembali meningkat yakni mencapai 22.373 pasien.

Sedangkan untuk rawat jalan, juga terjadi peningkatan. Namun sama di tahun 2021, semua RS terjadi penurunan pasien. Tapi syukur alhamdulillah di tahun 2022, sudah terdapat peningkatan lagi hingga menjadi 85.545 pasien. Begitu juga yang kunjungan rawat inap, terus meningkat.

“Alhamdulillah kepercayaan masyarakat pada RS, terus meningkat. Ini dari UGD rawat inap tahun 2020, menjadi 14.176 pasien. Tapi tahun 2021, pasien rawat inap turun. Kemudian tahun 2022, sudah kembali lagi ke 14.730 pasien,” terangnya.

Farid Amirudin kembali menjelaskan bahwa terkait kinerja anggaran atau belanja dari target sebesar Rp127, 7 milyar lebih. Alhamdulillah terealisasi sebesar Rp115,7 milyar lebih. Grafik 90,16% ini diantaranya, karena efisiensi dan juga ada beberapa kegiatan yang tidak bisa kita laksanakan.

Hal itu di karena masih ada keterbatasan, seperti contohnya kegiatan diklat atau pendidikan untuk meningkatkan kopetensi perawat itu juga terbatas. Namun sebenarnya, sudah kita anggarkan. Tapi sentral-sentral pendidikan saat itu, masih belum membuka atau menutup. “Ini, kenapa kita dari realisasi anggaran tidak tercapai 100%? Karena ya di antaranya, itu,” jelasnya.

Menurut dia bahwa kinerja tahun anggaran 2022 ini, tadi subnya adalah jadi program menunjang perusahaan pemerintah daerah. Salah satunya belanja gaji, kemudian meningkatkan layanan holiday RS’ ini juga tidak terserap 100% (malah sebagian). Di karena adanya kegiatan-kegiatan seperti rencana kita untuk rekrutmen holiday atau tenaga holiday.

“Kita (manajemen RSUD Caruban) juga terbatas, ya karena ada aturan-aturan yang membatasi. Tapi, sebenarnya sudah kita siapkan semua. Namun untuk indikator kinerja, anggaran untuk peningkatan kapasitas SDM sudah terealisasi 100%,” ungkap Farid Amirudin, lagi.

Ia menguraikan terkait pendapatan RSUD Caruban, maka grafik-nya meningkat. Memang di tahun 2021, pendapatan agak turun. Bahkan dari rawat inap, rawat jalan, UGD juga semua ikut turun. Tapi alhamdulillah di tahun 2022, pendapatan RSUD Caruban dari Blud D (badan layanan umum daerah) itu meningkat menjadi Rp107,3 milyar lebih. “Syukur Alhamdulillah. Mudah-mudahan, pendapatan RSUD Caruban terus bisa meningkat,” tandasnya.*(Adv/al-pressphoto.id)

Keterangan Foto : Direktur RSUD Caruban’ drg. Farid Amirudin saat menyampaikan paparan terkait kinerja tahun 2022 di hadapan anggota DPRD Kab. Madiun khususnya Komisi C serta seluruh manajemen RSUD setempat.  

error: