logo

Launching Aplikasi CMS-Siskeudes

Selasa, 7 Maret 2023

MADIUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melaunching Aplikasi Non Tunai Desa (CMS-Sistem Keuangan Desa atau Siskeudes) di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun, Selasa 07 Maret 2023.

Aplikasi Siskeudes itu’ merupakan kerjasama antara Pemkab. Madiun, Bank Jatim, BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia atau Kemendagri RI.

Bupati Madiun Ahmad Dawami mengungkapkan terkait Pemerintahan Desa (Pemdes) yang mempunyai dua tugas yakni menyelenggarakan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat. Sehingga kalau dua-duanya nyambung, atau dua hal itu harus dilaksanakan.

Maka dalam lima rangkaian, apa itu? Yakni perencanaan, laksanakan, penata usahaan (pembukuan), laporan, dan pertanggungjawaban. Untuk di Kabupaten Madiun, insyaallah perencanaannya sudah klir.

Bahkan mungkin tidak ada lainnya? Karena selain tercepat, kualitas juga kita pertimbangkan. Karena apa? Menyangkut ke awal tadi, juga kita harus mengingat kepentingan masyarakat. Selanjutnya yang lima hal tadi, itu harus dilaksanakan berdasarkan apa? Tentunya transparansi, akuntabel, partisipatif, tertib administrasi dan disiplin anggaran.

“Nah ini alat. CMS ini, alat. Penunjang statusnya. CMS ini penunjang, bukan penghambat. Inilah yang harus dimaknai semuanya. Saya takut ya, nanti kalau tugas Pemdes yang dua hal itu’ menjalankan urusan Pemdes dan kepentingan masyarakat? Nah itu misalkan, ada bencana. Terus saya tanya, mbah lurah. Ini sudah ditangani, apa belum mbah? Jawab mbah lurah, belum pak Bupati,” jelasnya saat menyampaikan sambutan.

Bupati Madiun pun bertanya lagi, loh kenapa mbah lurah? Jawab mbah lurah, karena CMS pak Bupati. Respon bupati, wah angel iki (susah ini). Namun, tidak seperti itu? Maknai ini sebagai penunjang, alat bantu. Karena alat ini untuk membantu seluruh kepala desa (Kades) se-Kabupaten Madiun, bahkan semuanya untuk apa? Kontrol.

“Maka tidak mungkin, mbah lurah ini mau ngimput. Itu tidak mungkin. Tentunya akan mencari petugas yang lain. Saya tidak percaya sama sekali, kalau mbah lurah yang akan mengimput. Loh, Kades kok? Karena punya sekretaris desa (Sekdes) dan perangkat desa, maka cari yang lulupay disitu.” katanya.

Menurutnya kalau sudah seperti ini, mohon maaf kemungkinan untuk menelikung Kades mengalami kendala bahkan kesulitan. Ini harus dipahami, tapi memaknai ini sebagai alat penunjang kita.

“Jadi bukan penghambat. Terus dalam laporan akan mudah, tapi ini tidak bisa dihapus. Tidak ada kebingungan mencari SPJ, sudah tidak ada sekarang. Tidak ada bingung, karena arsip hilang,” jelasnya.

Karena ini, Lanjut Bupati, adalah tugasnya bank jatim. Apakah sistem ini supaya berkas itu hilang, simpanannya juga hilang. Arsip digital juga hilang, jangan? Tapi yakinlah kalau perbankkan itu, simpanannya kuat. Terutama masalah data, itu kuat. Ketika semuanya sudah dibasiskan ke seperti itu, laporan tidak sulit. Terus akuntabel, karena bisa dilihat. Karena ini sistem. Transparan, apa lagi.

“Jadi begini, misalkan kita ingin membangun penyelewengan? Penyelewengan itu, terjadi. Itu ‘nikah’nya dua hal yaitu niat dan kesempatan. Urusan niat, selesainya dengan pemahaman dan edukasi. Sedangkan kesempatan, selesainya dengan perbaikkan sistem,” ungkapnya.

Bupati kembali memaparkan untuk di Kabupaten Madiun sendiri, insyaallah sudah semuanya. Terkait sistem? Sistem sudah kita bangun, mulai perencanaan sampai pertanggungjawaban. Terus sumber daya manusia atau SDM? Hal itu, juga perlu disampaikan?

Beberapa bulan lalu, kita habis penerimaan perangkat desa. Rata-rata yang masuk dalam bursa perangkat desa itu, pinter-inter semua. Bahkan dari perguruan tinggi negeri, itu banyak. Tapi tidak bisa dibayangkan?

“Saya sering tanya ya, ke perangkat yang lama. Saya tanya, misalkan jenengan (anda) ikut hari ini bagaimana? Yang dari universitas terkenal yaitu a b c dan sebagainya, ada semuanya. Artinya apa? Niat kita untuk perbaikkan SDM itu, kuat. Niat kita, kuat. Integritas, ini termasuk jaga. Jadi, kalau tiga-tiganya sudah, mulai sistemnya sudah kita perbaiki. SDM-nya juga sudah. Terus integritasnya juga sudah,” tuturnya.

Bahkan ini yang akan bisa membuat kita, Bupati berharap, mudah-mudahan aman semuanya. Amiin,..langsung disambut riuh serentak oleh perangkat desa se-Kabupaten Madiun yang hadir. Terus ini, kalau sudah semuanya. Itu apa lagi? Makanya ini, nanti jangan dimaknai yang macem-macem. Karena sistem CMS ini, sudah di uji coba selama satu tahun.

Tapi ini, statusnya bukan penghambat. Tapi sebagai penunjang. Untuk memudahkan para Kades se-Kabupaten Madiun dapat mengontrol. Bahkan bisa untuk semuanyalah. Urusan nanti akan di limiarkan dengan urusan yang bisa nyambung dengan CMS ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun.

“Ini, pak Kepala Bapenda Kabupaten Madiun mumpung hadir. Maka sambungkan disini (Bapenda). Karena ini, adalah juga bagian dari tanggungjawab jenengan (Kepala Bapenda). Kalau sudah nyambung di Bapenda, nanti tidak akan sulit,” tandasnya.*al-pressphoto.id

Keterangan Foto : Bupati Madiun Ahmad Dawami, Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama beberapa pejabat terkait saat melaunching aplikasi CMS-Seskeudes.

error: